LOMBA GREEN SCHOOL FESTIVAL TAHUN 2017
PENDAHULUAN
1.
LATAR
BELAKANG
Lahirnya Green School Festival ini berasal dari tiga
sumber inspirasi. Sumber pertama yaitu keinginan dari Walikota Malang H. Moch.
Anton yang mengharapkan adanya sebuah agenda untuk meningkatkan kualitas
lingkungan hidup sekolah-sekolah di kota Malang, yang disampaikan Walikota
kepada Dinas Pendidikan Kota Malang. Sumber inspirasi kedua yaitu adanya
keinginan dan komitmen dari Jawa Pos Radar Malang untuk bisa menjadi motor
penggerak perubahan masyarakat kota Malang, khususnya dalam bidang pelestarian
lingkungan hidup. Sumber ketiga adalah program dari lembaga Move Indonesia yang
berkeinginan untuk menyebarluaskan metode pemetaan dan perencanaan pengelolaan
lingkungan hidup.
Dari situlah akhirnya lahir sebuah konsep Green School
Festival. Disebut sebagai “festival”, dan bukan disebut “lomba”, karena memang
lomba hanyalah sebagai bagian kecil dari kegiatan ini, lomba hanya sebagai
sebuah stimulan saja, yang lebih utama adalah pada bagaimana penyebarluasan
metode pemetaan dan perencanaan lingkungan hidup untuk kemudian dipraktekkan
oleh sekolah-sekolah dengan cara menggerakkan segenap komponen keluarga besar
sekolah, dan bagaimana pergerakan-pergerakan itu bisa saling menginspirasi
antara sekolah satu dan lainnya. Itulah ide dasar dari Green School Festival.
2. TUJUAN
Jadi bisa disimpulkan metode
Green School Mapping sendiri adalah cara untuk mempetakan masalah dan potensi
lingkungan hidup di area sekolah. Pemetaan masalah dan potensi ini dibuat dalam
9 buah peta yang berbeda-beda bahasan isunya. Kemudian dari pemetaan ini
dilakukan pembahasan lebih mendetail mengenai apa masalah ataupun potensi yang
ada, lalu dilakukan pembahasan perencanaan aksi apa yang akan dilakukan untuk
mengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan hidup yang terpetakan, ataupun
untuk peningkatan dari potensi-potensi yang sudah ada.
1.
TEMA
KEGIATAN
Green School Festival Menuju Kota
Malang Hijau Dimulai Dari Sekolah
2.
MACAM
KEGIATAN
Secara teknis, setiap
sekolah menyiapkan peta sekolah yang digandakan sebanyak 9 peta untuk peta isu
dan satu peta untuk peta kesimpulan. Kemudian dilakukanlah pengamatan, dan pada
masing-masing peta isu tersebut ditandailah area-area di mana terdapat isu yang
diamati baik berupa masalah ataupun potensi, kemudian dilakukan pembahasan
mengenai seperti apa kondisi yang ada, apa penyebabnya, dan di-skoring seberapa
berat masalahnya atau seberapa bagus potensinya, kemudian dibahas rencana aksi
apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Dari sembilan
peta isu tersebut kemudian dilakukan langkah penyatuan peta menjadi sebuah peta
kesimpulan akhir sebagai gabungan dari semua peta isu. Barulah kemudian
dilakukan langkah-langkah teknis di lapangan sebagai bentuk pelaksanaan dari
rencana aksi yang ditetapkan berdasarkan pemetaan yang ada.
3. PESERTA
Seluruh
warga SDN Madyopuro 5 Kec. Kedungkandang Kota Malang
4.
WAKTU dan TEMPAT PELAKSANAAN
Jadwal
terlampir
5.
KOORDINATOR KEGIATAN
Susunan
terlampir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar